Burnout yang Tidak Terlihat

Rapat selesai, semua orang bilang kerja bagus, lalu satu per satu mulai beranjak dari kursi. Kamu mungkin ikut tersenyum, mengangguk, bahkan sempat membalas candaan sebelum kembali ke meja kerja. Dari luar, tidak ada yang terlihat aneh. Tidak ada yang bertanya bagaimana rasanya di dalam karena memang tidak ada yang terlihat perlu dikhawatirkan. Pekerjaanmu selesai, target … Baca Selengkapnya

Kenapa Susah Berhenti Bahkan Saat Sudah Kelelahan

Mata sudah perih, tapi tangan tetap membuka laptop lagi. Kamu tahu kepala sudah sulit diajak berpikir, pekerjaan yang tadi terasa mudah sekarang butuh waktu lebih lama, tapi kamu masih bilang ke diri sendiri, “Sebentar saja.” Sebentar itu kemudian berubah jadi satu tugas lagi. Satu email lagi. Satu pekerjaan kecil lagi sebelum benar-benar berhenti. Padahal di … Baca Selengkapnya

Perbedaan Burnout dan Capek Biasa yang Sering Terlewat

Senin pagi datang seperti biasa. Alarm berbunyi, rutinitas dimulai, dan kamu mencoba bangun seperti minggu-minggu sebelumnya. Bedanya, kali ini badan terasa sama beratnya seperti Jumat sore yang baru saja kamu lewati. Padahal dua hari terakhir seharusnya cukup untuk mengembalikan tenaga. Kamu mungkin sempat berpikir weekend kemarin kurang istirahat. Mungkin tidur terlalu larut, terlalu banyak aktivitas, … Baca Selengkapnya

Burnout Adalah Rasa yang Tidak Kelihatan dari Luar

seperti sesuatu yang terlalu berat untuk disentuh. Bukan karena kamu tidak tahu harus melakukan apa. Bukan juga karena kamu malas. Kamu hanya duduk lebih lama dari biasanya. Sesekali membuka tab lain. Membalas pesan yang sebenarnya tidak mendesak. Mengambil minum. Menatap layar lagi. Lalu menghela napas tanpa alasan yang jelas. Waktu terus berjalan, tetapi rasanya seperti … Baca Selengkapnya

Takut Gagal: Kenapa Rasanya Selalu Lebih Besar dari Risiko yang Sebenarnya

Takut gagal tidak selalu datang dengan wajah yang sama Takut gagal sering terasa seperti satu perasaan yang mudah dikenali. Padahal kalau diperhatikan lebih dekat, pengalaman itu bisa berubah bentuk tanpa kamu sadari. Di satu situasi kamu merasa ragu mengambil langkah pertama, di situasi lain kamu justru merasa belum cukup siap meski sudah bekerja keras. Ada … Baca Selengkapnya

Ketika Takut Gagal Membuat Kamu Tidak Mulai

Pernah ada satu hal yang sebenarnya sudah lama ingin kamu lakukan, tapi sampai hari ini belum benar-benar dimulai. Mungkin pindah karier. Mungkin membuka usaha sendiri. Mungkin menulis buku, membuat konten, mengambil kursus, atau sekadar mengirim lamaran ke tempat yang sebenarnya sudah lama kamu incar. Bukan karena kamu baru memikirkannya kemarin. Justru sebaliknya, ide itu sudah … Baca Selengkapnya

Takut Gagal yang Menyamar sebagai Perfeksionisme

Pernah ada satu pekerjaan yang sebenarnya sudah selesai, tapi tetap kamu buka lagi. Kamu ganti satu kalimat, memperbaiki satu detail, menghapus lalu menulis ulang bagian yang sama. Besoknya dibaca lagi, rasanya masih ada yang kurang. Akhirnya ditunda lagi. Yang aneh, rasa “kurang” itu tidak pernah benar-benar hilang. Setiap kali hasilnya semakin mendekati selesai, standar yang … Baca Selengkapnya

Kenapa Takut Gagal Terasa Lebih Menakutkan Dari Kegagalan Itu Sendiri

Tanganmu Berhenti Sebelum Sempat Mencoba Tanganmu sudah berada di atas tombol “kirim”, tapi tidak jadi menekannya. Kalimat yang ingin kamu sampaikan di rapat sudah tersusun di kepala, tetapi ketika kesempatan datang, kamu memilih diam. Ada ide yang sudah lama ingin kamu jalankan, bahkan mungkin sudah berkali-kali kamu bayangkan, tetapi sampai hari ini tetap belum benar-benar … Baca Selengkapnya

Kenapa Jadi Mati Rasa? Saat Berhenti Ngerasa Jadi Satu-Satunya Cara Bertahan

Kadang yang berubah bukan hidupmu, melainkan cara kamu merasakannya. Ada masa ketika semuanya masih berjalan seperti biasa. Kamu masih bangun pagi, masih bekerja, masih membalas pesan, masih datang ke tempat yang memang harus didatangi. Dari luar, tidak banyak yang terlihat berbeda. Orang-orang mungkin mengira semuanya baik-baik saja karena kamu masih menjalani rutinitas seperti sebelumnya. Namun, … Baca Selengkapnya

Kenapa Lebih Gampang Nggak Peduli Daripada Ngerasa Capek Lagi

Ada momen ketika sesuatu terjadi, lalu respons pertama yang muncul di kepala bukan lagi rasa penasaran, marah, sedih, atau kecewa. Yang muncul justru kalimat pendek yang terasa begitu akrab: “udah lah, masa bodo aja.” Kalimat itu keluar begitu cepat sampai kadang kamu sendiri nggak sempat mempertanyakan dari mana asalnya. Seolah-olah tubuh dan pikiran sudah sepakat … Baca Selengkapnya